Studi ini mengkaji penerapan prinsip Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan) pada pengelolaan homestay di Desa Wisata Keranggan, Tangerang Selatan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan observasi dan wawancara terhadap pengelola dan tamu. Temuan menunjukkan tingkat penerapan yang bervariasi dengan ruang perbaikan pada aspek kebersihan dan kenangan untuk meningkatkan daya saing ekowisata berbasis komunitas.
Artikel ini menelaah kue tradisional Kipo dan Legomoro dari Kotagede, Yogyakarta, sebagai bagian dari warisan budaya kuliner. Penelitian etnografi menunjukkan kedua kue tersebut bukan sekadar produk pangan tetapi penanda identitas, kebersamaan komunitas, dan keberlanjutan ekonomi mikro pengrajin lokal yang perlu dilindungi melalui pelestarian aktif.
Penelitian eksperimental mengeksplorasi pemanfaatan kulit buah naga merah sebagai bahan utama cream soup untuk mengurangi limbah pangan sekaligus menambah nilai gizi. Uji organoleptik terhadap panelis menunjukkan formulasi terbaik memiliki tingkat penerimaan tinggi pada warna, aroma, dan rasa, mendukung diversifikasi menu berkelanjutan.
Studi eksperimental memanfaatkan sayur pakis sebagai bahan inovatif pada pembuatan pasta dan substitusi daun kemangi pada pesto. Uji sensorik dan analisis kandungan gizi menunjukkan potensi pakis sebagai bahan lokal alternatif yang berkelanjutan dengan profil rasa yang dapat diterima konsumen.
Penelitian ini mengembangkan snack bar dengan profil rasa khas Indonesia menggunakan pendekatan gastronomi molekuler. Hasil uji panelis memperlihatkan inovasi tekstur dan rasa yang mempertahankan identitas lokal sekaligus memberi pengalaman kuliner baru, membuka peluang produk hospitality bernilai tambah tinggi.
Artikel ini menganalisis dampak strategi promosi—diskon, program loyalitas, kolaborasi merek, dan kampanye media sosial—terhadap pertumbuhan penjualan Kopi Kenangan. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi terhadap data penjualan dan persepsi konsumen menunjukkan kontribusi signifikan kampanye media sosial dan program loyalitas pada peningkatan penjualan.
Artikel ini merefleksikan posisi agama dalam arus perubahan sosial kontemporer. Dengan pendekatan sosiologi agama, penulis berargumen bahwa alih-alih lenyap, agama tetap berfungsi sebagai sumber makna, etika publik, dan modal sosial yang menggerakkan transformasi masyarakat ketika mampu berdialog dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Penelitian ini menganalisis narasi visual kampanye penyalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang menggunakan gaya clear line khas komik Eropa. Analisis semiotik Roland Barthes diterapkan pada poster dan ilustrasi kampanye untuk mengungkap konstruksi citra kandidat, target khalayak, dan strategi diferensiasi politik.
Artikel ini membaca ulang teks Kisah Para Rasul 9.36-42 untuk menyorot peran Tabitha/Dorkas sebagai murid perempuan dan pelayan damai sejahtera. Melalui pendekatan hermeneutik feminis, penelitian menelusuri implikasi teologis dan sosial peran perempuan dalam jemaat awal serta relevansinya bagi gereja kontemporer.
Penelitian ini menjelaskan struktur, bentuk, dan fungsi arsitektur Laika Aha sebagai rumah besar/istana pada masyarakat Tolaki di Kerajaan Konawe. Metode etnografi dan dokumentasi visual digunakan untuk menelusuri makna sosial-religius bangunan tersebut dalam tatanan adat dan pemerintahan tradisional.
Penelitian ini menerapkan kerangka agensi-struktur Giddens untuk memahami sengketa kepemilikan tanah. Studi kasus di Aceh menunjukkan interaksi dinamis antara aturan formal, norma adat, dan tindakan aktor lokal yang membentuk pola penguasaan tanah serta resolusi konfliknya.